RSS

Strength Of Ideology Pancasila Sebagai Sumber Nilai Etika Profesi Akuntan: Refleksi Atas Pendekatan Spiritualitas

10 Sep

Aprianto L. Kuddy: Postgraduate Economics and Business Faculty of Brawijaya University, August 2012.

————————————————

“Tuhan akan berkenan pada jiwa-jiwa yang kokoh, layaknya batu karang yang teguh
Maka Tuhan tidak menghendaki profesi yang gagal”. 

ABSTRAK

Ketika profesi akuntan mendapat sorotan yang cukup tajam dari masyarakat, sebagai implikasi dari beberapa pelanggaran etika yang dilakukan oleh profesi akuntansebagaimana tercermin pada skandal-skandal keuangan yang menguakkan tabir gelap sisi dari Ghost Corporate Governance, maka etika, ahklak, beradab dan bijak secara utuh menjadi suatu tuntutan yang utama bagi para akuntan dalam menjalankan profesinya saat ini.

Di Indonesia, seorang akuntan dalam menjalankan profesinya, hendaknya tidak sebatas ketundukan mereka terhadap Undang-Undang serta Kode Etik Akuntan semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab atas idiologi bangsa dalam mewujudkan lima prinsip dalam Pancasila yang merupakan cita-cita dari para founding father bangsa Indonesia, karena di dalam lima prinsip tersebut terdapat “lima perasaan” yang mengalir dalam kalbu bangsa Indonesia.

“Akuntan Pancasilais” yaitu akuntan yang memiliki jiwa yang tangguh (kokoh) selayaknya “rumah berfondasikan batu karang yang teguh” dalam mempertahankan dan menjaga sikap independen, integritas dan objektivitas, serta tanggungjawab moral yang bersandar pada nilai spiritualitas bangsa, karena akuntan yang pancasilais mengemban “lima perasaan bangsa” yang menuntun para akuntan-akuntan tersebut untuk menjadi akuntan yang berketuhanan, akuntan yang berperikemanusiaan dan beradab, akuntan berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan serta akuntan yang berkeadilan di dalam ranah persatuan bangsa Indonesia.

Tulisan ini mencoba merefleksikan bagaimana etika profesi akuntan hendaknya mengacu kepada kemurnian konsep “Ketuhanan” sebagaimana yang termuat pada nilai-nilai “Pancasila” yang pertama dan utama, bukan lepas seperti halnya faham sekuler, karena etika yang diperkuat oleh keyakinan untuk melibatkan kehadiran “pihak ketiga” (Tuhan), diharapkan agar tingkat moralitas dan etika seorang akuntan akan semakin tinggi dan berlipat ganda sehingga memiliki visi akhirat yang jelas. Jika Tuhan ditolak eksistensinya, maka semuanya akan menjadi sia-sia.

Kata Kunci: Profesi Akuntan, Etika, Spiritualitas, dan Pancasila.

————————————————

Daftar Pustaka

  1. Basyir, Ahmad Azhar. Hubungan Agama dan Pancasila .Yogyakarta: Fakultas Hukum UII, 1985
  2. Bazerman, Max H, George Loewenstein and Don A Moore (2002), Why Good Accountants Do Bad Audits, Harvard Business Review, November, 2002 pp 97-102.
  3. Belkaoui, Ahmed (1985), Accounting Theory, Second Edition, Harcourt Brace Jovanovich, Publisher (HBJ), San Diego.
  4. Belkaoui, Ahmed (1989), The Coming Crisis in Accounting, New York:Quorum Books.
  5. Darmaputra, Eka. 1997. Pancasila Identitas dan Modernitas, Tinjauan Etis dan Budaya.BPK. Gunung Mulia, Jakarta
  6. Darmodihardjo, Darji. 1979. Pancasila Suatu Orientasi Singkat. Malang: Lembaga Penerbit Universitas Brawijaya
  7. Friedman, Milton and Rose Friedman (1979), Free to Choose, A Personal Statement, London: Penguin Book.
  8. Irianto, Gugus. 2003. Skandal Korporasi dan Akuntan. Lintasan Ekonomi. Vol. XX, No. 2. Juli.
  9. Harahap, Sofyan Syafri. (2010), Pentingnya Unsur Etika dalam Professi Akuntan dan Bagaimana di Indonesia, http://ekisonline.com/
  10. Ludigdo, Unti. 2005. Mengembangkan Etika di Kantor Akuntan Publik: Sebuah Perspektif untuk Mendorong Perwujudan Good Governance. Makalah Konferensi Nasional Akuntansi “Peran Akuntan Dalam Membangun Good Corporate Governance”, Universitas Trisakti, 24 September 2005.
  11. Ludigdo, Unti. 2006. Strukturasi Praktik Etika di Kantor Akuntan Publik: Sebuah Studi Interpretif. Simposium Nasional Akuntansi IX Padang.
  12. Mulawarman, Aji Dedi. 2008. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: Pandangan Islam,http://ajidedim.com/?p=275.
  13. Simatupang, T.B. Bersama-sama Meletakkan Landasan Moral, dan Spiritual, Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal Landas, dalam buku. Kontek Berteknologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke-70 Prof. Dr.P.D.Latuihamallo (Penyunting) Eka Darmaputra. Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1997
  14. ———–. Iman Kristen dan Pancasila. Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1984
  15. Soekarno. Lahirnya Pencasila . Jakarta: Bp. Nasional, 1958
  16. Soewarno,P.J. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia, Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis, Filosofis, Sosiologis,Yuridis Kenegaraan .Yogyakarta: Kanisius, 1993
  17. Utomo, Bambang Ruseno. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia . Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan, 1993
  18. Wartono. 2006. Menuju Pengauditan Holistik dengan Pendekatan Yin Dan Yang: Upaya Meningkatkan Relevansi. Jurnal Akuntansi, Auditing, Dan Sistem Informasi (TEMA) Vol 7 No 1 Maret 2006
  19. http://berita.liputan6.com/read/337298/bangkitlah_negeri_pancasila
  20. http://uzey.blogspot.com/2009/09/pancasila-sebagai-sumber-nilai.html
  21. http://adollism091.blogspot.com/2011/01/akuntan-pancasilais.html
 
Leave a comment

Posted by on September 10, 2013 in Hand Writing

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: